Analisadaily.com, Bantaeng - PLN menyalurkan tambahan daya listrik sebesar 80 Mega Volt Ampere (MVA) untuk Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penambahan daya dilakukan guna memenuhi kebutuhan listrik yang andal untuk mendukung operasional fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) milik Nickel miner PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia plans to kick off operation of a smelter in Bantaeng, South Sulawesi, which is slated to be the area'€™s first nickel-processing facility. The smelter, which may cost a total US$130 million by the final phase of development, will initially produce 50,000 tons of ferronickel each year, according to Huadi Nickel director Jos Stefan Hideky.'€œTo support our operation, we will source the raw material '€” nickel ore '€” from our own mine in Southeast Sulawesi,'€ he told The Jakarta Post on Wednesday after signing a power purchase agreement with power firm PT Bantaeng Sigma Energi on smelter'€™s output would be sent to the firm'€™s affiliate in China, Jos Nickel is a joint venture between Shanghai Huadi Industrial Co. of China and local firm PT Duta Nikel Sulawesi. Huadi'€™s Chinese affiliate supplies stainless steel for multinationals like aircraft maker Boeing and automobile producer General Motors. The advance phase of the smelter'€™s development will be continued in 2017 and 2019 until the facility reaches its full production capacity, according to the firm'€™s plan. Huadi'€™s smelter is part of overall investment totaling up to Rp40 trillion $ billion that Bantaeng Regency will receive in the next few years for nickel-processing facilities and supporting infrastructure, such as power plants, seaports and water treatment installations, according to Bantaeng regent Nurdin smelter is set to occupy an area of 1,000 hectares in a 3,000- hectare plot provided by the local administration for the establishment of Bantaeng Industrial Park, planned to become Indonesia'€™s first integrated iron-and-steel industrial a major supplier of minerals including nickel and bauxite, has benefited from the government'€™s outright ban on exports of mineral ore and requirement for miners to process domestically since the beginning of 2014, seeing inflows of billions of dollars into mineral-processing the agreement signed on Tuesday, PT Bantaeng Sigma Energi will provide electricity for smelters to four firms '€” PT Huadi Nickel, PT Titan Mineral Utama, PT Zhongning Mining Metallurgy and PT Mitra Tambang Selaras, as well as energy-resource supplier PT Mitra Selaras Sukses Sejahtera. The firm is constructing a 2x300 megawatt coal-fired plant in the new industrial Huadi'€™s step, another firm '€” Chinese firm Zhongning Mining '€” said that it would in the near future commence construction of a smelter in the same area.'€œWe have already cleared the land and may start very soon. The equipment will be installed by the end of the year,'€ said Zhongning Mining director Emir planned smelter would annually produce 120,000 tons of nickel pig iron at the initial stage of operation before reaching 600,000 tons when, after a few years, development was complete, he firm will obtain the raw material from a number of mines in Southeast Sulawesi, while the smelter'€™s output will be exported to buyers in China. PT. HUADI NICKEL - ALLOY INDONESIA Company Profile | Kota Administrasi Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia | Competitors, Financials & Contacts - Dun & Bradstreet
Bantaeng, Sulsel ANTARA Sulsel - Bupati Bantaeng M Nurdin Abdullah meninjau pembangunan pelabuhan jeti milik PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, perusahaan swasta di Kecamatan Pa`jukukang, Rabu. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan jeti yang akan dijadikan lokasi untuk mendatangkan mesin pemurnian smelter bijih nikel dari Tiongkok dan ekspor produk Huadi Nickel di Bantaeng Industrial Park BIP. Pembangunan proyek yang berlokasi di sisi timur Kota Bantaeng tersebut terus digenjot. Ratusan truk pengangkut material batu dan tanah, lalu lalang menuju sisi terluar jeti yang sementara ditimbun. Industri smelter milik PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia ini dijadwalkan beroperasi September mendatang, dan diharapkan ekspor perdana sudah bisa dilakukan November 2015. AJS Bie
PTHUADI NICKEL-ALLOY INDONESIA (disebut HNI) adalah perusahaan yang saat ini memulai investasinya Jalan poros bantaeng bulukumba, Bantaeng, South Sulawesi, Indonesia 92461

› Utama›Pengolahan Nikel Beroperasi di... KOMPAS/RENY SRI AYU Suasana di dalam pabrik pengolahan bijih nikel PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu 26/1/2019.BANTAENG, KOMPAS - Pabrik peleburan bijih nikel beroperasi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu 26/1/2019. Pengoperasian pabrik ini diharapkan memberi dampak ekonomi bagi warga setempat, termasuk penyerapan tenaga peleburan smelter PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia ini diresmikan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Sabtu. Nurdin juga secara simbolis melepas ekspor nikel dari pabrik ini ke China. Sebelum diresmikan, perusahaan ini sudah melakukan uji coba dan ekspor nikel. Hingga kini, ekspor telah dilakukan sebanyak 15 kali dengan jumlah metrik ton. “Meresmikan smelter di tengah daerah yang tak memiliki nikel itu seperti mimpi. Sejak awal saat merencanakan hingga perusahaan merintis pembangunan smelter di Bantaeng, banyak yang pesimistis. Tapi, pembangunan jalan terus dan hari ini akhirnya diresmikan,” kata Nurdin. KOMPAS/RENY SRI AYU Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menandatangani prasasti sebagai tanda resminya beroperasi smelter nikel PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia di Kabupaten Bantaeng, Sulsel, Sabtu 26/1/2019.Pembangunan smelter ini sudah dimulai sejak 2014. Lokasinya di Kecamatan Pa’jukukang. Saat itu, Nurdin yang masih menjabat Bupati Bantaeng mengajak sejumlah investor, termasuk dari luar negeri, untuk membangun memberi kemudahan perizinan sekaligus menyiapkan kawasan industri. PT PLN juga didorong menyediakan listrik untuk kebutuhan smelter tersebut. Bijih nikel yang diolah berasal dari perusahaan tambang di Kolaka, Sulawesi Tenggara, dan Morowali, Sulawesi Huadi Nickel-Alloy Indonesia adalah perusahaan pengolahan dan pemurnian nikel. Perusahaan ini merupakan kerja sama investasi antara PT Duta Nikel Sulawesi dari Indonesia dan Shanghai Huadi dari China. Sejauh ini, jumlah tenaga kerja lokal yang terserap adalah 400 orang dan tenaga kerja asing sebanyak 50 orang. Adapun tujuan pemasaran produksi nikel dari pabrik itu adalah China, India, Korea Selatan, dan SRI AYU Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melepas ekspor nikel ke China. Ini adalah rangkaian peresmian beroperasinya smelter nikel di Bantaeng, Sulsel, Sabtu 26/1/2019.Smelter tersebut dibangun dengan perencanaan dua tahap. Untuk tahap awal, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel ini senilai 60 juta dollar AS. Sementara untuk tahap kedua, investasinya direncanakan senilai 240 juta dollar Utama dan Direksi PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia Amir Jao mengatakan, saat ini smelter terdiri dari dua jalur produksi dengan kapasitas metrik ton feronikel per tahun. Untuk perencanaan tahap kedua, akan dimulai pertengahan tahun ini dengan menambah tiga tungku pembakaran dengan kapasitas produksi hingga metrik ton per tahun."Perusahaan kami telah memperoleh fasilitas kawasan berikat dari Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah Bea dan Cukai dalam rangka peningkatan SDM juga," kata SRI AYU Petugas Bea dan Cukai Wilayah Sulawesi Bagian Selatan memeriksa dokumen pengiriman ekspor PT Huadi, Sabtu 26/1/2019.Amir mengatakan, PT Huadi menggunakan metode electric furnace system dalam mengolah dan memurnikan nikel menjadi feronikel. Perusahaan juga merencanakan membangun industri hot rolled HR stainless steel dan cold rolled CR.Inspektur 1 Kementerian Perindustrian Arus Gunawan mengatakan, yang lebih penting dari kehadiran smelter ini adalah pengembangan investasi di sekitar kawasan pabrik, termasuk wilayah Sulsel pada umumnya. Penyerapan tenaga kerja juga diharapkan akan menjadi solusi itu, dia berharap semua pihak memberi dukungan. Adapun PT PLN menyanggupi pasokan listrik sebesar 170 juta VA setelah pada tahap pertama memasok listrik sebesar 46 juta VA. EditorMohamad Final Daeng

PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, merayakan Idul Adha 1442 H dengan… Gaji PT Huadi Nickel-Alloy 2023 – Siapa yang tidak ingin mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang bagus? Jadi, PT Huadi Nickel-Alloy adalah pilihan terbaik jika Anda sedang mencari pekerjaan dengan gaji menjanjikan.

PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HDNI) 6: 3: N/A: 3: Insiden terjadi dari tahun 2020, 2021 dan 2022. Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan: 7: PT Wanxiang Nickel Indonesia (WNI) 3: 2: N/A: 3: Insiden terjadi tahun 2022. Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah: 8: PT Huadi Wuzhou Nickel Industry (HWNI) 3: N/A: N/A: 3: Insiden

. 276 17 47 382 478 497 360 266

huadi nickel alloy bantaeng